jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Program MBG bersama kasatpel, mitra, dan yayasan se-Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/2).
Herman Deru menilai Program MBG sejalan dengan komitmen Pemprov Sumsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting.
Dia menyebut Sumsel saat ini menjadi provinsi dengan prevalensi stunting nomor dua terkecil setelah Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kebijakan kemandirian pangan yang telah dibangun sejak beberapa tahun terakhir melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
Program ini lahir saat pandemi Covid-19 dan tekanan inflasi mendorong banyak daerah bergantung pada pasokan dari luar.
“Kalau semua daerah mendatangkan bahan dari luar, akan terjadi rebutan dan harga makin tidak terkendali. Karena itu, kita perkuat kemandirian pangan,” ujarnya.
Melalui dukungan CSR perbankan, termasuk Bank Mandiri, Pemprov Sumsel mengembangkan sektor peternakan ayam, ikan air tawar, belut, serta bantuan bibit cabai dan bawang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.



















































