jpnn.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat lonjakan jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah itu selepas Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2025.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan menjelaskan kondisi arus lalu lintas di sejumlah titik strategis di Yogyakarta terpantau lancar dan terkendali, meskipun ada lonjakan volume kendaraan.
"Kami sudah kerahkan personel untuk membantu pengaturan arus lalu lintas agar tetap lancar. Selain itu, pemantauan melalui CCTV di posko-posko juga terus dilakukan," kata Ihsan.
Peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak hari pertama Lebaran dan terus berlanjut hingga Rabu (2/4) atau H+2.
Arus balik diprediksi masih akan tinggi pada H+3 seiring dengan berakhirnya cuti bersama dan kembalinya pemudik ke tempat tinggal masing-masing.
Berdasarkan data dari Posko Operasi Ketupat Progo 2025, Ihsan mengatakan jumlah kendaraan keluar DIY pada H+1 Lebaran mencapai 156.347 kendaraan, naik sebanyak 40.883 kendaraan dibandingkan hari pertama Lebaran yang tercatat 115.464 kendaraan.
"Kami melihat peningkatan kendaraan keluar dari DIY mulai terjadi sejak hari pertama Lebaran dan terus meningkat hingga saat ini," ujar Ihsan.
Menurut data yang dihimpun hingga pukul 12.00 WIB pada H+2 Lebaran, titik arus balik tertinggi berada di batas provinsi, di wilayah Tempel, dengan 23.753 kendaraan yang keluar dari wilayah DIY.