jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Situbondo mulai mengeluhkan gangguan kesehatan berupa demam dan gatal-gatal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan keluhan tersebut mulai muncul sejak didirikannya posko kesehatan darurat di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada Jumat (23/1).
"Sejak didirikan posko kesehatan darurat pada Jumat (23/1) di lokasi terdampak banjir bandang terparah, yakni di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, warga mulai mengeluh gatal-gatal dan demam," kata Dwi, Sabtu (24/1).
Selain keluhan tersebut, sebagian warga juga datang dengan luka akibat terkena pecahan kaca dan paku saat banjir bandang menerjang rumah mereka.
Posko kesehatan darurat tersebut didirikan untuk memberikan pelayanan medis cepat bagi warga terdampak banjir luapan Sungai Lubawang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Dwi mengatakan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, RSUD Besuki, serta Dinas Kesehatan Situbondo diterjunkan untuk melayani korban banjir selama lima hari.
"Posko kesehatan darurat akan terus melayani warga korban banjir selama lima hari, mulai hari Jumat (23/1) hingga Selasa (27/1), dan jika masih dibutuhkan, kami perpanjang atau menyesuaikan kondisi di lapangan," katanya.
Banjir bandang luapan Sungai Lubawang menerjang 440 rumah warga di Desa Lubawang dan 246 rumah di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.



















































