12 Orang Tewas dalam Bentrok Pilkada Puncak Jaya, KKB Terlibat

17 hours ago 21

12 Orang Tewas dalam Bentrok Pilkada Puncak Jaya, KKB Terlibat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Massa salah satu pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Puncak Jaya tampak mempersenjatai diri dengan senjata tradisional seperti panah dan busur. (ANTARA/HO/Satgas Damai Cartenz)

jpnn.com - Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahadhani menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) terlibat dalam bentrok antarwarga pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Puncak Jaya 2024.

Menurut Faizal, berdasarkan laporan yang diterima, korban tewas akibat pertikaian antarwarga pendukung paslon ada yang disebabkan luka tembak yang diduga dilakukan KKB.

"Tercatat 12 orang meninggal akibat pertikaian antara dua kelompok pendukung paslon di Puncak Jaya," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani di Jayapura, Sabtu.

Dia mengatakan bahwa KKB memanfaatkan situasi politik di tengah pertikaian antarmassa pendukung paslon pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik di masyarakat untuk melancarkan aksinya," kata Brigjen Faizal, Sabtu (5/4/2025).

Pertikaian yang terjadi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, selain menewaskan 12 orang, juga mengakibatkan 658 orang terluka.

Selain itu, tercatat 201 bangunan terbakar, yang terdiri atas 196 unit rumah warga, bangunan SD Pruleme yang berada di belakang Toba Jaya, kantor balai kampung Trikora, kantor Distrik Irimuli, kantor Partai Gelora dan kantor balai desa Pagaleme.

Aparat keamanan bersama Pemda Puncak berupaya mengimbau agar massa kedua kubu tidak melakukan aksi saling serang karena dapat menimbulkan korban jiwa serta harta benda.

Sebanyak 12 orang tewas dalam bentrok pilkada Puncak Jaya. Satgas Damai Cartenz menduga KKB ikut terlibat dalam peristiwa tersebut.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |