jateng.jpnn.com, SEMARANG - Serangkaian bencana alam yang melanda Jawa Tengah sepanjang Januari 2026 juga berdampak pada sektor peternakan, yakni ancaman krisis pakan hijauan akibat lahan rusak.
Data yang dihimpun JPNN.com, sedikitnya 45 kejadian bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat banyak lahan hijauan tertutup lumpur dan tergenang air sehingga tidak bisa dipanen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengatakan laporan yang masuk mayoritas terkait kerusakan lahan sumber pakan milik petani.
“Sejauh ini ternak tidak ada yang mati. Ada potensi kekurangan bahan pakan karena lahannya terkena lumpur, tergenang air, dan sebagainya,” kata Frans, Kamis (12/2).
Frans menjelaskan banyak warga terdampak merupakan petani sekaligus peternak skala kecil. Ketika lahan rusak, mereka kehilangan sumber utama pakan seperti rumput gajah dan jagung.
Selain produksi yang terganggu, distribusi pakan antarwilayah juga tersendat akibat akses jalan yang rusak.
“Kalau mereka tidak bisa menghasilkan pakan sendiri, transportasi ke sana juga sering terganggu. Itu yang membuat ternak berisiko kekurangan pakan,” ujarnya.
Meski belum merinci angka pasti, Frans memperkirakan ratusan ekor ternak di sejumlah daerah terdampak kondisi tersebut. Kini, pihaknya telah menyalurkan bantuan pakan hijauan langsung ke lokasi terdampak.

















































