jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan banyak aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK tidak memilki rumah. Tercatat, dari total sekitar 6,7 juta ASN saat ini di Indonesia, baru 22% atau 1,474 juta PNS dan PPPK yang memilki rumah.
Selebihnya, 78% atau 5,224 juta ASN tidak punya rumah. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) dalam penyediaan dan pembiayaan perumahan ASN, termasuk skema pembiayaan dengan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 30 tahun.
"Program ini dirancang untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah bagi ASN PNS maupun PPPK," kata Prof. Zudan yang juga ketua umum Dewan Pengurus KORPRI, Kamis (28/5/2026).
Dia menjelaskan, program Perumahan ASN menjadi langkah strategis KORPRI dalam menjawab kebutuhan dasar ASN, khususnya kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau.
Ia menilai kesejahteraan ASN (PNS dan PPPK) tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pegawai, tetapi juga berpengaruh terhadap integritas dan kualitas pelayanan publik.
“ASN harus tenang memiliki hunian agar bisa bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. Karena itu KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan ASN melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu menyampaikan bahwa ASN merupakan segmen strategis dalam sektor pembiayaan perumahan nasional. BTN bersama KORPRI berencana menyiapkan skema pembiayaan khusus, termasuk program penyediaan dan pembiayaan perumahan non-subsidi dengan tenor KPR hingga 30 tahun.






















































