jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyampaikan Indonesia mengalami surplus pengajar alias guru.
Berdasarkan data 2026 oleh Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), hingga saat ini bidang pendidikan masih menjadi bidang ilmu favorit dibandingkan rumpun ilmu lain, dengan total 2,25 juta mahasiswa ilmu pendidikan.
Banyak dosen yang mengajar di bidang pendidikan berjumlah 55.442 orang, kedua tertinggi setelah bidang teknik (Pusat Data dan Informasi Kemdiktisaintek, 2026.
Sementara, jumlah guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) pada 2026 berjumlah 3.306.345 orang, dengan jumlah guru yang akan pensiun sebanyak 61.937 orang.
Lulusan bidang pendidikan di bawah Kemdiktisaintek pada 2025 berjumlah 186.895 orang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat surplus SDM dalam konteks guru di Indonesia.
Berkaca pada hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menegaskan perlunya inovasi bagi penyelenggara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk terus mengembangkan kualitas talenta unggul bagi bangsa Indonesia.
“Manajemen pendidikan tinggi harus terus melakukan pembaruan. Untuk perguruan tinggi bisa berdaya saing dan bertahan hidup, kita harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” tegas Wamen Fauzan, Rabu (29/4).
Wamen Fauzan juga menyoroti pentingnya desain pendidikan tinggi yang mampu menjawab ekspektasi mahasiswa dan orang tua, termasuk kepastian masa studi, peluang kerja, serta relevansi kompetensi.





















































