jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa tingkat aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dengan bentuk erupsi efusif sepanjang periode pengamatan 28 Agustus – 3 September 2026.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangannya mengatakan status aktivitas Gunung Merapi saat ini tetap berada pada tingkat level 3 atau siaga.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
"Suplai magma masih terpantau berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (5/9).
Secara visual, cuaca di sekitar gunung umumnya cerah pada pagi dan malam hari, serta berkabut pada siang hingga sore hari.
Aktivitas Gunung Merapi Periode 28 Agustus - 3 September 2026. Foto: BPPTKG
Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap putih bertekanan lemah dengan ketebalan tipis hingga tebal setinggi 10 meter hingga 200 meter.
Selama periode mingguan ini, aktivitas vulkanik mencatat sejumlah kejadian penting:


















































