jpnn.com, JAKARTA - Pebulu tangkis Jonatan Christie tidak kaget melihat pemain-pemain unggulan di All England 2026 tersingkir pada babak pertama.
Pemain kelahiran 15 September 1996 itu menilai ajang BWF Super 1000 punya tekanan yang berbeda sehingga dibutuhkan fokus tinggi sejak awal turnamen.
“Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, inilah turnamen besar, tekanannya pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah,” katanya.
“Kami harus masih mencari situasi, kami harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata,” ujar pria yang akrab disapa Jojo itu.
Tercatat di sektor tunggal putra terjadi kejutan saat Shi Yu Qi (China) dan Anders Antonsen (Denmark) tersingkir pada babak pertama.
Shi Yu Qi harus angkat koper seusai mengakui keunggulan wakil India, Lakshya Sen dengan skor 21-23, 21-19, 17-21.
Hasil yang diraih tunggal putra Negeri Tirai Bambu itu sejatinya kurang memuaskan mengingat Shi Yu Qi datang dengan status juara bertahan.
Adapun kejutan lainnya terjadi saat Antonsen bertekuk lutut di hadapan tunggal putra Jepang, Koki Watanabe straight game 8-21 12-21.





















































