jatim.jpnn.com, SURABAYA - Lembaga riset keuangan global Elev8 memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi periode penuh ketidakpastian bagi pasar keuangan global, ditandai dengan pelemahan dolar AS, lonjakan harga emas, serta konsolidasi panjang di pasar kripto.
Analis Elev8 Kar Yoang Ang menyebut dolar AS berpotensi mengalami pelemahan moderat seiring perubahan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
“Kami mempertahankan pandangan dengan kecenderungan pelemahan moderat terhadap dolar AS, seiring dengan transisi The Fed menuju rezim suku bunga yang lebih netral di bawah kepemimpinan baru,” ujar Kar dalam laporan prospek 2026, Kamis (19/2).
Elev8 memperkirakan indeks dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan, meskipun penurunan tajam di bawah level 92,5 membutuhkan katalis fundamental yang kuat.
Sementara itu, logam mulia diproyeksikan memasuki fase supercycle baru. Kar menyebut harga emas telah mengalami pergeseran fundamental secara permanen ke level yang lebih tinggi.
“Kami memperkirakan harga emas akan berada pada rata-rata USD 5.400 sepanjang 2026, berperan sebagai lindung nilai utama terhadap ketidakstabilan fiskal,” kata Kar.
Menurutnya, lonjakan harga emas didorong oleh pembelian agresif bank sentral dunia, penurunan suku bunga riil, serta melemahnya kepercayaan terhadap mata uang fiat.
Di sisi lain, aset kripto justru menghadapi tantangan besar. Elev8 menilai tahun 2026 akan menjadi periode konsolidasi panjang bagi Bitcoin dan aset digital lainnya.













































