jatim.jpnn.com, PASURUAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan.
Langkah tersebut dilakukan setelah api yang sempat dipadamkan kembali muncul akibat kondisi cuaca di kawasan pegunungan.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan tim gabungan masih melakukan pemadaman melalui jalur darat. Sementara itu, operasi udara menggunakan helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas.
"Pada tanggal 21 sebetulnya api sempat padam, tetapi karena cuaca api menyala lagi sehingga mulai saat itu kami melaksanakan water bombing hingga hari ini," kata Gatot dalam keterangan yang diterima di Pasuruan, Selasa (25/8).
Hingga Selasa (25/8), operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke kawasan terdampak.
Penyiraman udara difokuskan pada dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuno yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain melakukan penyiraman, petugas juga memanfaatkan penerbangan helikopter untuk memantau kondisi kawasan terdampak dan memastikan keberadaan titik api.
Gatot mengatakan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang hingga Selasa mencapai 146,85 hektare.
Sementara itu, sekitar 30 personel tim gabungan masih melakukan pemadaman melalui jalur darat. Petugas dikerahkan melalui Jalur Pendakian Sumber Brantas, Kota Batu, serta Tretes, Kabupaten Pasuruan.



















































