jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pasar Maling atau yang dikenal PM akan dihidupkan kembali di Pasar Johar Kota Semarang, Jawa Tengah. PM mulai hilang keberadaannya setelah Pasar Johar kebakaran pada 2015 silam.
Sebelum pasar yang dibangun pada 1939 itu kebakaran, PM menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Semarang. Termasuk bagi pelancong yang datang ke Ibu Kota Jawa Tengah.
Lokasinya berada di lantai dua Pasar Johar bagian tengah memanjang ke selatan. Di sana, pengunjung bisa mendapatkan barang-barang murah, mulai sepatu, pakaian hingga peralatan rumah tangga.
Para pedagang di PM menjual barang baru pula bekas. Bahkan, tak jarang pembeli bisa menemukan barang orisinal merek terkenal dengan harga miring.
Pasar Maling sendiri dicetuskan karena menjadi lokasi penadahan barang curian kala itu. Namun, belum ada yang tahu pasti penyebutan Pasar Maling dimulai.
Kini, tak sedikit pedagang menyebut PM menjadi Pasar Murah karena memang sudah tidak ada lagi yang menjual hasil curian di sana.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva mengatakan faktor mengembalikan PM untuk meningkatkan geliat ekonomi di Pasar Johar. Pasalnya, pasar cagar budaya ini dinilai masih sepi dari aktivitas jual-beli.
Moy, sapaan karibnya menjelaskan bahwa rencana mengembalikan PM tersebut merupakan usulan para pedagang yang selama 11 tahun ini kocar-kacir tak menempati pasar di Jalan Ki Narto Sabdo itu.

















































