jateng.jpnn.com, CILACAP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap melakukan pengecekan langsung ke lokasi banjir dan gerakan tanah di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, Kecamatan Karangpucung, Kamis (12/2).
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan bencana tersebut terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah itu pada Rabu (11/2) sore dan sempat viral di media sosial.
“Saya baru pulang dari lokasi. Memang terjadi gerakan tanah dan banjir di Kalipada. Penyebabnya gorong-gorong sungai tersumbat ranting bambu, sehingga air meluap ke permukiman. Setelah dibersihkan, air tidak lama kemudian surut,” kata Taryo.
Selain banjir, longsor juga terjadi dari tebing yang berada dekat dengan permukiman warga. Kondisi geografis wilayah yang berada di cekungan dan dikelilingi tebing dinilai meningkatkan risiko pergerakan tanah saat hujan deras.
Akibat peristiwa tersebut, enam rumah warga terdampak langsung longsoran. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
BPBD bersama pemerintah desa setempat kini terus melakukan pemantauan dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Warga juga diminta segera mengungsi sementara jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor susulan.
Untuk langkah lanjutan, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi teknis guna melakukan kajian kondisi tanah di lokasi terdampak.

















































