jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar bidang Keamanan Pangan IPB, Prof Ahmad Sulaeman menegaskan galon guna ulang tetap aman dipakai meski sudah beberapa tahun asal dirawat sesuai dengan ketentuan.
Menurut Prof Ahmad, galon tersebut aman digunakan berulang asal tidak berada dalam kondisi ekstrem agar tidak terjadi migrasi Bisphenol A (BPA) ke dalam air.
"Sesungguhnya baik baru atau lama sama saja sebetulnya potensi migrasi itu pasti ada. Bukan masalah lama atau baru tetapi seberapa terpapar dengan faktor-faktor lingkungan," ucap Prof. Ahmad Sulaeman di Jakarta, Selasa (24/2).
Prof. Ahmad menjelaskan migrasi BPA dari kemasan ke dalam air hanya terjadi dalam kondisi ekstrem tertentu.
Dia mencontohkan galon yang ditempatkan di suhu tinggi hingga 70 derajat celcius atau faktor kimia tertentu seperti tingkat keasaman (pH).
Hal ini berlaku baik bagi galon guna ulang ataupun galon sekali pakai.
Prof. Ahmad menekankan keamanan galon lebih ditentukan oleh cara publik merawat dan menyimpannya, bukan oleh usia atau jumlah pengisian ulang.
Dia menambahkan, fungsi utama galon adalah sebagai wadah pelindung air minum.




















































