jpnn.com, BANDUNG - Transformasi ekonomi digital terus mengubah kebutuhan tenaga kerja di Indonesia.
Perusahaan rintisan, UMKM, hingga korporasi besar kini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu mengelola strategi digital, pemasaran daring, serta pemanfaatan data dan teknologi.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap Program Studi Bisnis Digital di berbagai perguruan tinggi.
Di tengah tingginya biaya pendidikan tinggi, faktor keterjangkauan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon mahasiswa dalam memilih institusi pendidikan.
Di kawasan Bandung Raya, Universitas Ma’soem menjadi salah satu perguruan tinggi yang menawarkan Program Studi Bisnis Digital dengan biaya kuliah sekitar Rp5 juta per semester. Skema biaya tersebut dinilai relatif terjangkau dibandingkan rata-rata perguruan tinggi swasta di kota besar.
Rektor Universitas Ma’soem, Ir. H. Dadang Mohamad Ma’soem, MSCE, PhD, mengatakan bahwa perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa mengabaikan aspek aksesibilitas.
Menurutnya, pendidikan tinggi perlu hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang digital.
“Di satu sisi, dunia digital membutuhkan keterampilan baru. Di sisi lain, tidak semua calon mahasiswa memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Karena itu, kami berupaya menjaga agar biaya pendidikan tetap terjangkau, namun relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Dadang, Senin (26/1).






















































