Cerita Penyintas Terorisme Mengubah Luka Masa Lalu Menjadi Kekuatan

8 hours ago 22

Cerita Penyintas Terorisme Mengubah Luka Masa Lalu Menjadi Kekuatan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Talkshow "Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit" di The Tribrata, Jakarta, Jumat (21/8). Foto: dok. BNPT

jpnn.com, JAKARTA - Penyintas bom Hotel J.W. Marriott 2003, Tony Soemarno, mengatakan pemulihan dari trauma akibat aksi terorisme membutuhkan proses panjang.

Menurutnya, luka yang ditinggalkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan batin.

Tony menyampaikan hal tersebut dalam Talkshow "Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit" di The Tribrata, Jakarta, Jumat (21/8).

Dia mengatakan dukungan dan pendampingan menjadi bagian penting dalam perjalanan penyintas untuk kembali menjalani kehidupan.

"Awalnya sangat sulit untuk bangkit. Namun, saya sampai pada satu titik di mana saya berpikir bahwa pelaku teror pun manusia yang bisa berbuat salah. Saya memilih untuk saling memaafkan dan tidak ingin menyimpan dendam, karena hati yang damai adalah apa yang Tuhan kehendaki," ujar Tony.

Sikap tersebut menjadi titik balik bagi Tony dalam memaknai pengalaman sebagai penyintas.

Dia kemudian berupaya mengubah pengalaman pahit yang dialaminya menjadi pesan perdamaian dan tidak lagi melihat dirinya semata-mata sebagai korban aksi terorisme.

Dengan dukungan dan pendampingan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pengalaman Tony dituangkan dalam buku The Power of Forgiveness.

Para penyintas terorisme bercerita tentang mengubah luka masa lalu menjadi kekuatan untuk bangkit.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |