jateng.jpnn.com, DEMAK - Puluhan sukarelawan muda dari Komunitas Merajut Langkah turun langsung ke kawasan pesisir Pantai Morodemak, Minggu (26/4), untuk menanam 500 bibit mangrove.
Aksi memperingati Hari Bumi itu dilakukan sebagai upaya menahan abrasi dan banjir rob yang mulai mengancam permukiman warga di wilayah pesisir Kabupaten Demak.
Penanaman mangrove melibatkan sejumlah pihak, mulai dari OISCA, Pemerintah Desa Purworejo, PT PLN (Persero) Unit Tanjung Jati B hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak.
Kepala Desa Purworejo Rifqi Salafuddin mengatakan abrasi kini mulai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Dulu di desa ini tidak ada banjir rob. Namun karena abrasi, sekarang rob mulai terjadi bahkan merendam jalan desa,” ujarnya.
Menurut dia, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga kawasan pesisir agar tidak semakin rusak.
Pembina Komunitas Merajut Langkah, Endang Yuliastuti Juwardi, menyebut satu pohon mangrove yang ditanam hari ini merupakan investasi lingkungan untuk masa depan.
“Kami percaya satu mangrove yang ditanam adalah satu kebaikan yang kita titipkan untuk generasi berikutnya,” katanya.

















































