jpnn.com, PUNCAK - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengimbau pengendara untuk mewaspadai cuaca ekstrem dan kabut tebal yang masih menyelimuti jalur utama Cianjur, khususnya di kawasan Puncak. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi Hardian Andrianto, mengatakan hujan lebat disertai kabut tebal telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, terutama selama libur panjang akhir tahun.
"Termasuk pada Kamis pagi hingga siang kabut tebal masih menyelimuti jalur Puncak, jarak pandang hanya 5-10 meter, sehingga pengendara diminta waspada dan berhati-hati, selalu menjaga jarak aman dan menyalakan lampu utama," katanya di Cianjur, Kamis (1/1).
Hardian menjelaskan, arus kendaraan di jalur Puncak-Cianjur sempat meningkat hingga 1.000 kendaraan per jam selama libur akhir tahun, sebelum akhirnya menurun di hari pertama tahun 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, beberapa rekayasa lalu lintas telah diterapkan.
"Situasional ketika terjadi kepadatan arus di wilayah hukum Bogor, diberlakukan sistem satu arah dari Puncak Pass guna antisipasi macet total dengan ekor memasuki wilayah hukum Cianjur," jelasnya.
Pada malam pergantian tahun, pihaknya sempat menutup arus dari Tugu Lampu Gentur-By pass.
"Saat malam pergantian tahun sempat dilakukan penutupan arus dari Cianjur ke Puncak pada pukul 18.00 WIB karena volume kendaraan meningkat, namun sekitar pukul 22.00 WIB arus kembali dibuka normal dari kedua arah," ujar Hardian.
Lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi sebelum akhirnya dibuka kembali.






















































