jpnn.com - MOSKOW - Cuaca ekstrem di Amerika Serikat menelan korban jiwa
CNN melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas di AS dalam beberapa hari terakhir akibat suhu beku dan badai musim dingin, di tengah meluasnya salju lebat dan es berbahaya di sebagian besar wilayah selatan dan timur negara itu.
CNN menyusun data korban jiwa terkait cuaca itu dari pernyataan resmi sejumlah negara bagian, menyusul peningkatan peringatan keselamatan dan pembatasan aktivitas publik akibat kondisi jalan licin dan gangguan layanan dasar.
Wali Kota Austin, Texas, Kirk Watson mengatakan satu orang meninggal dunia akibat badai, ketika kota tersebut mengalami suhu ekstrem, hujan es, dan gangguan lalu lintas di sejumlah ruas utama.
Namun, dia tidak memerinci merinci identitas korban.
Adapun di Louisiana, dua orang meninggal akibat hipotermia selama akhir pekan.
CNN melaporkan dengan mengutip data dari departemen kesehatan negara bagian, setelah suhu turun tajam dan pasokan listrik sempat terganggu di beberapa daerah.
Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memperkirakan salju lebat dan lapisan es berbahaya akan meluas dari Texas bagian timur hingga North Carolina, meningkatkan risiko kecelakaan, pemadaman listrik, serta penutupan jalan dan bandara.
NWS juga memperingatkan kombinasi salju, hujan beku, dan angin kencang dapat memperburuk kondisi darurat, terutama di wilayah selatan yang jarang mengalami cuaca musim dingin ekstrem dan memiliki kesiapan infrastruktur terbatas.






















































