jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Harapan PSIM Yogyakarta untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri harus sirna. Menjamu Persijap Jepara di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu malam (11/3), tim berjuluk Laskar Mataram itu terpaksa berbagi poin setelah ditahan imbang dengan skor 2-2.
Dua gol PSIM yang dicetak oleh Pulga Vidal dan Ze Valente sebenarnya sempat membangkitkan asa pendukung tuan rumah. Namun, kegigihan tim tamu berhasil membuyarkan kemenangan yang sudah di depan mata.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel tidak dapat menyembunyikan kekesalannya seusai laga. Pelatih asal Belanda itu menyoroti rapuhnya konsentrasi para pemainnya yang gagal mempertahankan keunggulan.
"Banyak kesalahan bodoh dalam permainan ini. Saya tidak akan bilang bagus, tetapi itu membuat saya jantungan," ujar Van Gastel.
Ia secara khusus menggarisbawahi kelemahan armada Laskar Mataram dalam mengantisipasi skema bola mati lawan.
Menurutnya, Persijap tidak banyak mengancam melalui permainan terbuka, tetapi justru mematikan saat mendapatkan bola mati.
“Jepara tidak menciptakan banyak peluang, mereka hanya berbahaya melalui bola mati," tambahnya.
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh penggawa PSIM, Riyatno Abiyoso. Baginya, hasil imbang di hadapan pendukung sendiri terasa seperti kekalahan karena tim gagal memaksimalkan peluang yang ada.



















































