jpnn.com - Saya harus minta maaf tiga kali ke kota kecil ini: Huai An.
Pertama, karena saya tidak menyangka kota kecil ini melahirkan penulis buku kelas dunia: Journey to the West --dengan tokoh utamanya Sun Wukong: yang di Indonesia diucapkan dengan Sun Gokong.
Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--
Maaf kedua: kenapa saya tidak tahu latar belakang banyak orang kaya lama di kota ini. Padahal kota kaya selalu melahirkan peradaban yang unggul. Termasuk peradaban di bidang makanan. Karena itu terjawab sudah: mengapa pula banyak makanan enak di sini.
Makanan di Hong Kong juga terkenal enak karena chef terbaik dari seluruh Tiongkok "lari" ke Hong Kong. Kumpul di sana. Cari gaji tinggi. Tepatnya: mereka dirayu atau dibajak.
Hong Kong lewat kemakmurannya mampu membayar mahal chef terbaik. Zaman itu Tiongkok-daratan masih amat miskin: lebih miskin dari Indonesia.
Ketiga: saya tidak menyangka perdana menteri masa lalu yang amat terkenal di Tiongkok, Chu Enlai lahir di sini. Ia anak orang kaya. Mampu mendatangkan guru terbaik ke rumahnya. Anak kecil seperti Chu Enlai pun mendapat pendidikan terbaik.
Penulis buku Journey to the West, Wu Chang En, juga anak orang kaya. Tepatnya: cucu orang kaya. Ayahnya sempat jadi pedagang besar di Huai An. Lalu jatuh miskin. Kakeknya yang kaya memang pernah jadi gubernur di situ.

.jpeg)



















































