jatim.jpnn.com, SURABAYA - Haru dan kebahagiaan menyelimuti keberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Surabaya tahun ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Mislicha Kasib (85), jemaah tertua asal Kota Pasuruan yang tergabung dalam Kloter 10.
Perempuan yang sehari-hari berjualan cilok keliling di Kecamatan Bugul Kidul itu akhirnya mewujudkan impian berhaji setelah penantian panjang.
Mislicha tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Kamis (23/4) dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda pada Jumat (24/4) malam bersama rombongan kloter.
Di usia senjanya, dia tetap bersyukur bisa berangkat setelah bertahun-tahun menabung dari hasil berjualan.
“Alhamdulillah, saya bisa sampai di sini. Ini semua karena niat dan doa,” ungkap Mislicha dengan mata berkaca-kaca.
Dengan penghasilan harian sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu, ia rutin menyisihkan sebagian untuk tabungan haji. Selain itu, dia juga mengikuti arisan sebagai tambahan biaya hingga akhirnya mendaftar haji pada 2017.
Perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Setelah ditinggal wafat suami, Mislicha membesarkan delapan anak seorang diri sambil tetap berjualan untuk bertahan hidup.
Meski demikian, dia mengaku tidak pernah menyerah untuk mewujudkan impian ke Tanah Suci.

















































