jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, tahun ini memperluas implementasi PJJ jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi.
Itu setelah Kemendikdasmen sukses melakukan uji coba Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada 2025.
Perluasan itu menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) untuk bisa kembali bersekolah serta menjadi upaya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.
Penerapan PJJ jenjang pendidikan menengah ini ditandai dengan Peluncuran Implementasi PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Skala Penuh oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, tanpa terkendala faktor geografis, ekonomi, maupun kondisi sosial lainnya.
“Kita harus menekankan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang hanya sebatas kegiatan formal di ruang kelas, melainkan sebagai proses pembelajaran yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan paradigma tersebut kami ingin menjangkau yang mereka yang tidak terjangkau sehingga PJJ ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Kabupaten Tangerang, Kamis (23/4).
Selanjutnya, Menteri Mu’ti turut menyoroti tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi program ini. Ia menyebut, Kemendikdasmen terus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk rencana pembangunan studio pembelajaran yang memungkinkan para guru terbaik dapat mengajar secara real-time kepada para murid di berbagai daerah.
Super aplikasi Rumah Pendidikan telah kami kembangkan sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran yang dapat diakses oleh siapa pun. Tentunya implementasi PJJ juga harus berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan kompetensi.




















































