jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberi bantuan kepada korban bencana, mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Pengamat Politik Dedi Kurniansyah menilai kehadiran pria yang akrab disapa KDM untuk memberikan bantuan adalah hal yang baik.
Namun, di sisi lain, dia melihat adanya unsur politik pencitraan yang dilakukan Dedi Mulyadi.
Dedi mulyadi dinilai paham momentum untuk mendulang simpati publik di tengah-tengah bencana.
"Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu," kata Dedi, pada Sabtu (22/8).
Dedi menilai kehadiran KDM ke NTT merupakan kesempatan untuk membangun 'citra'. Meskipun, biaya yang dihabiskan untuk berangkat ke NTT terbilang besar dan tak efisien.
"Hadirnya Dedi Mulyadi tentu tidak efisien, ia membawa tim besar, pembiayaan di luar nilai bantuan juga pasti turut besar, tetapi jika tidak hadir langsung Dedi Mulyadi kehilangan momentum membangun citra populis, terlebih ia juga merangkap sebagai kreator media sosial," ucap dia.
"Tentu tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang sama-sama membantu tetapi tidak dijadikan kepentingan politik populis," lanjutnya.


















































