jpnn.com - JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mendorong pengoperasian maksimal Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).
Legislator dari Daerah Pemilihan I Kalbar itu menilai bahwa pengoperasian maksimal Pelabuhan Internasional Kijing merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya mengoptimalkan investasi negara yang mencapai triliunan rupiah.
Menurut dia, pengoptimalan operasional Pelabuhan Internasional Kijing juga merupakan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi di Kalbar dan nasional.
“Rugi besar kalau (Pelabuhan Internasional Kijing) tidak dimaksimalkan. Kami di DPR, khususnya Komisi V (membidang infrastruktur dan perhubungan) terus mendorong pelabuhan ini benar-benar menjadi pelabuhan internasional yang berdaya saing,” katanya, Rabu (18/2).
Syarief menyampaikan itu merespons Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang meminta supaya Pelabuhan Internasional Kijing segera difungsikan maksimal, salah satunya sebagai pintu ekspor langsung dari Kalbar.
Syarief sejalan dengan pandangan Pemerintah Provinsi Kalbar bahwa pengoperasian maksimal Pelabuhan Intrenasional Kijing juga akan berdampak langsung terhadap peningkatan dana bagi hasil (DBH) ekspor bagi daerah.
Sebab, lanjut dia, selama ini komoditas unggulan Kalbar, seperti kelapa sawit, bauksit, dan lainnya diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, seperti Dumai, Riau, dan Jakarta, sehingga DBH lebih banyak tercatat di daerah lain.
“Kalau ekspor langsung dari Kalbar tentu DBH-nya kembali ke daerah. Nah, ini yang selama ini hilang. Maka dari itu, sudah seharusnya memaksimalkan Pelabuhan Internasional Kijing,” kata mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar itu.
















































