jpnn.com, BEKASI - Proses evakuasi kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur berlangsung dramatis, Senin (27/4).
Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii mengungkapkan adanya perjuangan luar biasa tim di lapangan untuk menyelamatkan nyawa yang terhimpit besi tua.
Syafii membeberkan bahwa ada lima orang penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski sempat terjepit material gerbong yang ringsek.
Proses penyelamatan ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi agar tidak memperparah luka korban.
"Pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kami laksanakan kegiatan ekstrikasi. Sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi," ujar Syafii di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Menurut jenderal bintang tiga ini, alasan tim tidak langsung menarik lokomotif atau gerbong adalah demi keselamatan para korban yang masih hidup di dalam reruntuhan.
Jika dipaksakan ditarik tanpa perhitungan, nyawa korban yang terjepit bisa terancam.
Dia menjelaskan benturan keras membuat lokomotif sampai merangsek masuk ke dalam gerbong KRL.





















































