Belasungkawa Tragedi Bekasi Timur, Dewi Juliani Minta KAI Transparan

2 hours ago 13

Belasungkawa Tragedi Bekasi Timur, Dewi Juliani Minta KAI Transparan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menyampaikan dukacita atas kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, menyampaikan dukacita atas kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Berdasarkan data terbaru, insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 28 lainnya mengalami luka-luka.

Dewi menilai tragedi ini menjadi alarm serius bagi penyelenggaraan transportasi publik, khususnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mengemban mandat pelayanan kepada masyarakat.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga. Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bahwa aspek keselamatan tidak boleh ditawar dalam operasional transportasi publik," ujar Dewi dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Dia menyoroti belum adanya penjelasan utuh kepada publik mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan adanya perbaikan ke depan. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan terbuka, mulai dari kronologi hingga faktor penyebab.

"Ini penting agar langkah evaluasi yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan," tegasnya.

Lebih lanjut, Dewi menekankan bahwa sebagai BUMN, PT KAI tidak semata berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga wajib menempatkan keselamatan dan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama. BUMN membawa mandat negara.

"Ketika terjadi insiden yang mengancam keselamatan warga, maka tanggung jawab itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk perbaikan sistem dan perlindungan maksimal bagi korban," tutur legislator dapil Riau I ini.

Dia pun mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta, kesiapan sumber daya manusia, serta mekanisme pengawasan di lapangan. Komisi VI DPR RI, lanjut Dewi, akan terus mengawal penanganan kasus ini agar berjalan akuntabel, sekaligus memastikan adanya peningkatan standar keselamatan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Anggota DPR soroti standar keselamatan KAI usai tragedi KA di Bekasi Timur yang tewaskan 14 orang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |