jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sapto Budoyo resmi dilantik sebagai Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk masa jabatan 2026–2030. Dia melanjutkan kepemimpinan Sri Suciati yang telah memimpin UPGRIS selama empat tahun terakhir.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) Pengurus Besar PGRI Supardi Uki Sajiman di Gedung Pusat Lantai 7 UPGRIS, Sabtu (30/5).
Dalam prosesi pelantikan, Sapto membacakan pakta integritas dan komitmen sebagai rektor yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan roda kepemimpinan universitas selama empat tahun ke depan.
Sapto menyatakan komitmennya untuk menjalankan tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan berintegritas. Dia menyebut akan berperan aktif dalam upaya pencegahan serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Saya berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela," ujar Sapto saat membacakan pakta integritas.
Dia juga menegaskan tidak akan meminta maupun menerima pemberian dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
"Saya tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung maupun tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Selain itu, Sapto menyatakan komitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, jujur, objektif, dan akuntabel. Dia akan menghindari segala bentuk pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam pelaksanaan tugas sebagai rektor.



















































