jpnn.com - Persib Bandung memberikan penjelasan resmi terkait sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru atau transfer ban yang tengah menjadi perhatian publik sepak bola nasional.
Manajemen Persib menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah kasus penunggakan gaji atau pelanggaran hak pemain, melainkan murni sengketa kontrak yang berawal dari proses terminasi salah satu mantan pemain, Daisuke Sato, pada 2023.
Persib menjelaskan bahwa perkara tersebut telah melalui jalur hukum olahraga internasional hingga ke Court of Arbitration for Sport (CAS), yang kemudian menghasilkan keputusan akhir berupa penyesuaian nilai kompensasi dari tuntutan awal terhadap klub.
Dengan demikian, Persib menegaskan bahwa sanksi FIFA yang berlaku saat ini merupakan konsekuensi dari penyelesaian perkara kontraktual, bukan terkait kewajiban gaji pemain aktif seperti yang sempat beredar di publik.
"Perlu kami luruskan bahwa kasus ini berawal dari satu sengketa spesifik terkait terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023. Prosesnya sudah berjalan sesuai mekanisme hukum olahraga hingga ke CAS," ucap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan.
Adhitia memastikan bahwa Persib tetap menjalankan prinsiptata kelola profesional dan menghormati setiap putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
Saat ini, klub tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut sebelum kemudian melanjutkan proses administratif ke FIFA untuk pencabutan status larangan registrasi pemain.
"Setelah seluruh kewajiban dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur yang berlaku, kami berharap status ini dapat segera dicabut sehingga klub kembali bisa melakukan registrasi pemain," jelasnya.






















































