jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyatakan tidak perlu siaga dengan penyebaran virus super flu. Pasalnya, hingga kini belum ditemukan kasus warga yang terinfeksi virus super flu di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam menyebut sejumlah sampel pemeriksaan yang dikirim ke laboratorium nasional menunjukkan hasil negatif terhadap subclade K.
Dia menjelaskan super flu pada dasarnya merupakan virus influenza tipe A, sama seperti flu musiman yang umum terjadi di masyarakat. Perbedaannya terletak pada subclade atau turunan virusnya.
“Super flu itu sebetulnya sama dengan influenza tipe A, sama persis. Yang membedakan adalah subclade K-nya. Jadi variannya tetap tipe A, hanya subclade-nya saja yang K,” kata Hakam, Selasa (6/1).
Meski subclade K memiliki tingkat penularan yang lebih cepat, menurut Hakam, tingkat keparahan penyakitnya relatif rendah.
“Memang dilaporkan penyebarannya lebih cepat, tetapi angka rawat inap dan mortalitasnya ternyata tidak tinggi,” ujarnya.
Menurut Hakam, virus tersebut pertama kali diketahui sejak Agustus tahun lalu. Namun, di Kota Semarang hingga kini belum ditemukan indikasi penyebaran subclade K.
“Alhamdulillah sampai detik ini, beberapa sampel yang kami kirim ke laboratorium tingkat nasional tidak ada yang masuk subclade K,” ujarnya.



















































