jpnn.com, PALU - Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah resmi digelar di Palu, Jumat (6/3). Pelaksanaan Muswil tersebut dipastikan berjalan lancar dan dihadiri mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sulawesi Tengah.
Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan A Uskara menegaskan bahwa isu yang menyebut Muswil batal atau gagal tidaklah benar.
“Alhamdulillah Muswil tetap digelar. Isu yang mengatakan Muswil batal atau gagal itu tidak benar. Walaupun sempat terjadi dinamika, pada 6 Maret 2026 Muswil tetap berjalan dan dihadiri mayoritas ketua DPC se-Sulawesi Tengah,” kata Fauzan.
Dia menjelaskan forum Muswil berlangsung dengan aman dan lancar hingga menghasilkan formatur yang akan bekerja menyusun kepengurusan baru DPW PPP Sulawesi Tengah.
“Kami berharap formatur yang telah ditetapkan dapat segera menyelesaikan dan merampungkan tugasnya. Nantinya akan dibentuk kepengurusan baru yang kemudian akan diterbitkan SK-nya oleh DPP PPP,” ujarnya.
Sementara Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai Sofansyah Yunan menegaskan bahwa dia bersama DPC lainnya sepakat melaksanakan Muswil DPW PPP Sulawesi Tengah atas dasar amanat konstitusi partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurutnya, setelah pelaksanaan Muktamar, setiap wilayah diwajibkan menggelar Muswil paling lambat tiga bulan.
“Pelaksanaan Muswil ini adalah perintah konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. Setelah Muktamar, dalam waktu tiga bulan harus dilaksanakan Muswil. Karena itu kami bersepakat untuk melaksanakan Muswil di Provinsi Sulawesi Tengah, dalam hal ini di Palu. Ini adalah perintah konstitusi dan sifatnya sah,” ujar Sofansyah Yunan.




















































