jpnn.com, JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) terlibat dalam Ekspedisi Patriot kawasan transmigrasi 3T. Sebanyak 57 tim dosen ITB diterjunkan ke 21 provinsi.
Tugas mereka untuk memetakan kondisi kawasan transmigrasi sekaligus merumuskan rekomendasi pengembangannya.
Penanggungjawab Tim Ekspedisi Patriot ITB 2025, Sri Maryati mengatakan temuan di lapangan menunjukkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit.
Meski begitu, dia menilai kawasan transmigrasi masih menyimpan banyak potensi jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.
Program transmigrasi selama puluhan tahun membantu pemerataan penduduk Indonesia.
Namun, hasil pemantauan ITB menunjukkan masih ada persoalan dasar yang belum benar-benar tuntas, yakni konflik di tingkat masyarakat.
Menurut Sri, salah satu temuan paling menonjol adalah konflik di kawasan transmigrasi dari skala kecil sampai besar.
"Rekomendasi kami sebetulnya selesaikan dulu konflik yang ada. Konfliknya dari yang kecil sampai cukup luas, itu harus jadi prioritas," kata Sri saat ditemui dalam pembukaan pameran 'Ekspedisi Transmigrasi Patriot' di Kampus ITB, Senin (23/2).



















































