jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menguji skema baru penyelenggaraan keberangkatan jemaah haji tanpa menggunakan asrama haji.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk konsep tersebut pada musim haji tahun ini.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan skema ini menjadi terobosan untuk meningkatkan efisiensi layanan, khususnya bagi daerah yang memiliki akses dekat dengan bandara, tetapi belum memiliki fasilitas asrama haji.
“DIY menjadi daerah pertama yang kami uji coba sebagai embarkasi tanpa asrama haji. Ini sesuatu yang istimewa dan menjadi model baru ke depan,” ujar Irfan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (17/4).
Menurutnya, pemilihan DIY didasarkan pada ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti hotel yang lokasinya berdekatan dengan bandara. Hal ini dinilai mampu menggantikan fungsi asrama haji sebagai tempat transit jemaah sebelum keberangkatan.
Kemenhaj, kata dia, telah melakukan dua kali simulasi untuk memastikan kesiapan skema tersebut.
Dari hasil uji coba sementara, pelaksanaan berjalan lancar meski masih ditemukan beberapa hal yang perlu disempurnakan.
“Kami sudah melakukan dua kali simulasi dan secara umum berjalan baik. Evaluasi tetap kami lakukan agar pelaksanaannya semakin optimal,” jelasnya.

















































