jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat tren kenaikan harga pada penghujung 2025. Inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month).
Secara akumulatif, inflasi tahunan (year-on-year) di DIY menyentuh angka 3,11 persen.
Pelaksana tugas Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengungkapkan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga menjadi motor utama pergerakan inflasi.
Emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi bulanan selama sepuluh bulan sepanjang 2025.
Harga komoditas pangan, seperti cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, beras, dan kelapa juga menjadi faktor inflasi.
Di sekotor energi, kenaikan harga bahan bakar minyak turut memberikan andil inflasi di Jogja.
"Kelompok perawatan pribadi dan jasa mencatat inflasi year-on-year tertinggi mencapai 14,49 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,00 persen," ujar Herum dalam keterangannya, Senin (5/1).
Beberapa waktu lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa sektor pertanian adalah kunci utama dalam mengendalikan inflasi.



















































