jpnn.com, JAKARTA - Festival Indonesia perdana di Chiba mencatat antusiasme besar dengan kehadiran hampir 15 ribh pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.
Jumlahnya hampir tiga kali lipat dari proyeksi awal penyelenggara yang memperkirakan sekitar 5.000 orang.
Digelar di Chiba City Chuo Park oleh Maha-job.com, festival ini menjadi ruang pertemuan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui seni, budaya, musik, kuliner, hingga berbagai aktivitas interaktif.
Tak sekadar menampilkan budaya Indonesia, festival tersebut menghadirkan kesenian kedua negara dalam satu panggung.
Reog Ponorogo dan tari tradisional Indonesia tampil berdampingan dengan Taiko, Yosakoi, serta musik tradisional Jepang.
"Konsep interaktif menjadi salah satu daya tarik utama," kata Nadya Putri K selaku perwakilan dari panitia dalam keterangan resminya dikutip Minggu (16/8).
Pengunjung Indonesia berkesempatan mencoba menabuh Taiko dan ikut menari Yosakoi, sedangkan pengunjung yang tertarik dengan budaya Indonesia dapat merasakan pengalaman lebih dekat dengan pertunjukan Reog di bawah pengawasan panitia.
Interaksi tersebut membuat festival bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang bagi masyarakat kedua negara untuk saling mengenal.





















































