jpnn.com - Gelombang suara sumbang kembali terdengar seusai Timnas putri Indonesia hancur lebur di tangan Republik Demokratik Kongo pada FIFA Series 2026.
Berlaga di Stadion Ratchaburi, Thailand, Minggu (12/4) skuad asuhan Satoru Mochizuki itu kalah dengan skor 1-7.
Hasil tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap perkembangan sepak bola putri di Indonesia yang hingga kini belum memiliki kompetisi reguler.
Mantan penggawa Arema FC Putri Sabrina Mutiara kembali menyuarakan harapan agar kompetisi sepak bola putri di Tanah Air dapat kembali digulirkan.
Wanita kelahiran 6 Desember 1999 itu menyoroti perkembangan negara tetangga yang sudah lebih maju dalam penyelenggaraan liga sepak bola putri.
"Kapan Indonesia seperti ini. Stadion sudah bagus, live streaming juga oke, kapan, Pak? Jangan tahun depan terus," tulis Mutiara di akun sosial media pribadinya.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda PSSI akan menggulirkan sepak bola putri di Tanah air.
Liga 1 Putri terakhir kali berlangsung pada 2019 sebelum terhenti akibat pandemi Covid-19.




















































