jpnn.com, JAKARTA - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan pertigaan Gejayan, Yogyakarta, Kamis (13/8).
Aksi tersebut menyoroti rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait rencana pembangunan industri pabrik semen yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Salah satu isu yang menjadi sorotan peserta aksi adalah dugaan keterlibatan sejumlah akademisi dalam proses penyusunan atau perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek tersebut.
Massa aksi meminta proses AMDAL dilakukan secara transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun hukum.
"Proses kajian lingkungan harus dilakukan secara objektif dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan tertentu,” ujar Rohman mahasiswa UGM
Selain itu juga dengan adanya rencana pembangunan pabrik semen ini.
"Kami mengecam keras oknum akademisi yang mengendalikan integritas ilmiah demi memberikan legitimasi palsu bagi ruang hidup. Tolak semua amdal di pertambangan dan industri," ujar Rohman.






















































