jateng.jpnn.com, SEMARANG - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang memicu terjadinya tanah longsor pada talud sungai di wilayah Kecamatan Banyumanik.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ngasem Raya, Villa Payung Indah, Kelurahan Pudakpayung pada Rabu (4/2) sekitar pukul 03.15 WIB.
Longsor terjadi setelah talud sungai di samping rumah warga tergerus aliran air akibat curah hujan tinggi.
Kondisi itu menyebabkan struktur tanah penahan runtuh dan menyeret sebagian area di sekitar rumah milik Wilda Nugraha yang dihuni satu keluarga berjumlah empat jiwa.
“Kondisi curah hujan tinggi membuat struktur talud tidak mampu menahan gerusan air sungai sehingga memicu longsor dan berdampak pada bangunan warga,” ujarnya Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto, Kamis (5/2).
Material longsoran diperkirakan memiliki dimensi panjang sekitar 30 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta.
“Kami kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, dan dokumentasi kerusakan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kota Semarang memonitor potensi bencana di 177 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.

















































