jpnn.com - ISTANBUL - Iran langsung bereaksi atas langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz setelah perundingan di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengkritisi blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, dan mempertanyakan manfaat tindakan itu untuk perdagangan global.
“Bisakah perang dimenangkan dengan memilih balas dendam terhadap ekonomi global? Apa gunanya ‘memotong hidung sendiri’ untuk membalas dendam?” tulis Baghaei di platform X, mengacu pada tindakan irasional AS yang dianggap makin memperburuk situasi.
Presiden Trump pada Senin (13/4) mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform media sosial, Truth Social, Trump mengeklaim bahwa AL Iran telah “benar-benar dihancurkan”.
Dia menyebut 158 kapal Iran telah dihancurkan, dan memperingatkan kapal-kapal lain untuk tidak mendekati pasukan AS yang memblokade Selat Hormuz.
Atas perintah Trump, Komando Pusat (CENTCOM) AS mulai memblokade jalur maritim strategis tersebut pada Senin (13/4), setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai di tengah gencatan senjata.
CENTCOM mengatakan blokade akan diberlakukan “dengan tidak membeda-bedakan kapal-kapal dari semua negara” yang singgah di pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman, dan menambahkan bahwa kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz ke pelabuhan selain Iran tidak akan terpengaruh. (antara/jpnn)




















































