Irjen Agus Minta Jajarannya Lebih Bijak dalam Menangani Kasus Sensitif

3 hours ago 19

Irjen Agus Minta Jajarannya Lebih Bijak dalam Menangani Kasus Sensitif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat ditemui dalam kunjungannya ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan kepada seluruh jajaran agar bersikap bijak, profesional, dan berempati dalam menangani kasus-kasus yang menyita perhatian publik, khususnya peristiwa yang berawal dari upaya melindungi diri dan keluarga namun berujung konsekuensi hukum.

Dia menekankan bahwa setiap penanganan perkara harus dikaji secara menyeluruh dan proporsional, tidak hanya berlandaskan aspek yuridis, tetapi juga mempertimbangkan konteks kejadian, niat, serta rasa keadilan yang hidup di tengah masyarakat, sejalan dengan prinsip Polri Presisi yang humanis, transparan, dan berkeadilan.

Penegasan tersebut disampaikan menyikapi peristiwa di Sleman pada 26 April 2025, saat seorang suami mengejar dua penjambret yang merampas tas istrinya. Pengejaran menggunakan kendaraan roda empat tersebut berujung kecelakaan lalu lintas setelah sepeda motor pelaku oleng dan menabrak tembok, mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Peristiwa ini kemudian viral dan memunculkan beragam tanggapan publik terkait proses hukum yang berjalan.

Agus menyampaikan bahwa Polri memahami empati dan keprihatinan masyarakat terhadap peristiwa tersebut. Namun demikian, setiap kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa tetap harus diproses secara objektif, profesional, dan transparan, agar seluruh fakta dan peran masing-masing pihak dapat diuji secara terang.

“Penegakan hukum bukan untuk mengabaikan rasa keadilan, tetapi justru menjadi sarana untuk mencari keadilan itu sendiri melalui mekanisme yang benar. Proses hukum adalah ruang untuk menilai fakta, situasi, niat, dan proporsionalitas tindakan,” tegasnya.

Kakorlantas menekankan kepada jajaran agar dalam penanganan perkara serupa tetap mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang terbuka kepada masyarakat, serta kehati-hatian dalam mengambil langkah hukum, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama. Melawan kejahatan harus tetap mengutamakan keselamatan dan diserahkan pada mekanisme hukum. Polri hadir untuk menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat,” pungkas dia. (cuy/jpnn)

Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho meminta kepada seluruh jajaran bisa bijak dalam menangani perkara sensitif.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |