jabar.jpnn.com, BANDUNG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, menyatakan dukungan penuh atas kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi dalam penanggulangan bencana, terutama terkait pemulihan lingkungan dan reboisasi masif sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
Politisi senior PKS itu menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
“Banjir dan longsor di Sumatra harus menjadi pelajaran untuk Jawa Barat. Sekecil apa pun potensi bencana, jangan sampai kita abaikan sejak dini,” ujar Iwan, di Bandung, Selasa (2/12/2025).
Bencana Meningkat, Kerusakan Lingkungan Jadi Sorotan
Iwan menilai tren bencana yang meningkat merupakan konsekuensi dari kerusakan lingkungan, terutama di wilayah hulu Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa isu mengenai 80 persen hutan di Jabar yang rusak bukan sekadar wacana, melainkan kondisi faktual yang tercermin dalam meningkatnya jumlah kejadian bencana.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat periode 1–12 November 2025 mencatat 74 kejadian bencana, didominasi oleh cuaca ekstrem, tanah longsor, dan banjir.
Sebanyak 9.810 warga terdampak langsung, 38 bangunan rusak berat, dan lebih dari 2.459 bangunan terendam banjir.



















































