jpnn.com, JAKARTA - Salah satu tokoh penegak hukum tanah air sekaligus Ketua Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI) Dr. Jan S Maringka, S.H., M.H menyampaikan pandangannya terkait kondisi dan tantangan dunia penegakan hukum di Indonesia.
Dia menekankan sistem keadilan merupakan sebuah ekosistem yang kompleks dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk dapat berjalan secara optimal, ternasuk dari aparat penegak hukum itu sendiri.
Jaksa Agung Muda 2017-2020 ini mengatakan dunia penegakan hukum tidak hanya melibatkan polisi, jaksa dan hakim saja dalam ekosistim peradilan kita, tetapi juga mencakup Advokat dan berbagai profesi lain yang memiliki peran penting dalam menjaga keadilan dan ketertiban masyarakat.
Dalam praktiknya, sistem ini sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak sederhana.
Sebagai Advokat, Managing Partner JM Lawfirm, dia menjelaskan sejumlah persoalan seperti potensi penyalahgunaan wewenang, perbedaan interpretasi hukum, hingga persoalan integritas menjadi perhatian serius dalam upaya penegakan hukum yang berkeadilan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan pola pikir yang saya sebut PITA sebagai satu kesatuan pada masing masing perangkat yang terlibat, yaitu sikap Profesional, Integritas, Transparan dan Akuntable dalam pelakaabaan tugasnya untuk memperkuat sistem yang ada agar mampu menjawab kebutuhan dan kepercayaan masyarakat secara menyeluruh.
Sehingga tidak ada lagi perlombaan untuk mendisplay hasil kejahatan tanpa ada kejelasan dan transparansi siapa pelaku kejahatan dan kapan kegiatan itu terjadi, atau hanya sekedar pengulangan dari nominal yang telah ada di tahun tahun sebelumnya.
Hal ini terlihat semakin jelas ketika para aparat berlomba menunjukkan kinerjanya dimuka Presiden namun trust publik semakin menurun dengan banyaknya perkara kasat mata yang tidak dapat diselesaikan





















































