jateng.jpnn.com, SEMARANG - Akses warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali normal setelah jembatan darurat rampung dibangun.
Jembatan tersebut mulai dapat dilewati sejak Selasa (3/2) petang, sehingga warga tidak lagi terisolasi dan tak perlu menggunakan getek untuk beraktivitas.
Sebelumnya, jembatan penghubung kampung itu roboh dan hanyut terbawa derasnya aliran Sungai Beringin pada Kamis (15/1). Akibat kejadian tersebut, akses warga terputus.
Selama hampir dua pekan, warga terpaksa menyeberang sungai menggunakan rakit sederhana berbahan styrofoam, jeriken, bambu, papan kayu, dan tripleks untuk bekerja, bersekolah, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jembatan darurat yang dibangun secara swadaya ini memiliki panjang sekitar 36 meter dan lebar 1,5 meter.
Bagian lantai jembatan ditutup papan sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua, sedangkan sisi kanan dan kiri dipasang bambu sebagai pegangan sekaligus pembatas. Jembatan tersebut ditopang enam fondasi dari bambu berukuran besar.
Salah seorang warga setempat, Firoh mengungkapkan jembatan darurat itu dibangun melalui kerja bakti warga. Meski masih diberlakukan sistem bergantian, jembatan sudah sangat membantu mobilitas masyarakat.
“Kerja bakti, alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati walaupun bergantian,” ujarnya, Rabu (4/2).



















































