bali.jpnn.com, DENPASAR - Pelatih Bali United Johnny Jansen menjadi sorotan publik sepak bola tanah air beberapa hari belakangan.
Hal ini bermula dari hasil wawancaranya dengan salah satu media Belanda yang kemudian disadur oleh berbagai media sosial di Indonesia dengan penafsiran yang kurang tepat.
Johnny Jansen dalam pernyataannya menyatakan perekrutan pemain sejumlah klub sepak bola Indonesia tidak melibatkan talent scouting dan hanya berbekal potongan video.
Pernyataan Jo Jansen, sapaan akrabnya spontan memicu perdebatan publik.
Padahal, kata Jo Jansen, ada kesalahan konteks dan salah tafsir dari pernyataannya itu.
Johnny Jansen merasa banyak pernyataan dalam wawancara tersebut yang dipotong atau diambil di luar konteks aslinya.
"Saya melihat apa yang disampaikan media di sini telah disalahartikan.
Saya sangat menghormati owner, manajemen, dan tim pelatih. Kami memiliki rencana jangka panjang untuk membangun tim ini menjadi lebih baik," ujar Johnny Jansen dilansir dari laman klub.



















































