kaltim.jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla alias JK menyebut banyak pengeras suara masjid dipasang tanpa perencanaan matang.
Hal itu disampaikannya dalam pelatihan akustik masjid bagi 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jakarta.
“Di seluruh Indonesia, sekitar 75 persen masjid itu punya sound system yang perlu diperbaiki operasionalnya, karena yang memasang itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid, Jadi, cara pasangnya yang penting bunyi,” kata JK dalam keterangannya dikutip Minggu (25/1).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu mengatakan seharusnya disesuaikan dengan ukuran dan kebesaran masjid, kondisi lingkungan sekitar serta karakter masyarakat setempat.
Penggunaan suara yang terlalu keras, kata JK, justru menghilangkan kekhusyukan jemaah.
"Perubahannya besar padahal perlu. Harus sesuai dengan kebesaran masjid, suasana masyarakat, dan tidak asal pasang. Bukan membesarkan suara saja," tegasnya.
Dia menekankan masjid harus menghadirkan suasana yang syahdu karena merupakan tempat ibadah, bukan sarana hiburan.
"Masjid itu harus syahdu. Ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin orang bisa tidur, tapi ini ibadah, jadi harus syahdu," ujar JK.



















































