kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin meminta evaluasi menyeluruh dan pembenahan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Langkah ini dilakukan menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa.
"Kami tidak ingin mengambil risiko sehingga untuk sementara dapur yang diduga terkait harus dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar," tegas Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis (12/2).
Laporan lapangan mencatat sebanyak 25 siswa dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengalami gejala klinis, berupa mual hebat dan muntah tidak lama setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinkes Kaltim saat ini bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) perwakilan Kaltim untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi secara mendalam guna melokalisir masalah.
Petugas medis telah mengamankan sejumlah sampel makanan sisa dan bahan baku dari dapur penyedia untuk segera diuji di laboratorium sebagai langkah pembuktian ilmiah atas penyebab utama keracunan tersebut.
Meskipun proses investigasi masih berjalan, dugaan awal mengindikasikan adanya celah kontaminasi yang mungkin terjadi pada rantai proses pengolahan bahan atau saat distribusi makanan menuju sekolah penerima.
Jaya menegaskan pihaknya tetap menahan diri untuk tidak menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut secara prematur sebelum seluruh hasil uji laboratorium diterbitkan secara resmi oleh tim ahli.

















































