jpnn.com - JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, MA, mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum puncak ibadah haji dan Iduladha sebagai sarana penguatan spiritualitas sekaligus kepedulian sosial untuk membangun umat, bangsa, dan negara.
Menurut Jazuli, ibadah haji dan kurban tidak boleh dimaknai sebatas ritual keagamaan semata, melainkan harus melahirkan transformasi moral, spiritual, serta sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menyampaikan bahwa nilai utama dari haji dan kurban adalah ketakwaan, pengorbanan, persaudaraan, serta keberpihakan kepada sesama yang membutuhkan.
Menurut dia, Mathla’ul Anwar mengajak seluruh masyarakat, khususnya para jemaah haji dan pequrban, agar memaknai ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan.
"Haji harus melahirkan insan-insan spiritual yang siap berperan aktif menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Jazuli, Kamis (28/5).
Sebagai organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, Mathla’ul Anwar menilai semangat haji dan kurban sangat relevan untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi serta kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Jazuli menekankan bahwa ibadah kurban harus menjadi momentum memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada masyarakat kecil, kaum dhuafa, dan saudara-saudara sebangsa yang masih mengalami kesulitan hidup.
Dia mengingatkan bahwa para pekurban hendaknya memaknai kurbannya dengan semangat berbagi, kepedulian, dan solidaritas sosial.






















































