jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kebun Binatang Bandung masih mengandalkan uang donasi yang diberikan pengunjung untuk membeli pakan satwa, demi bertahan hingga konflik pengelolaan selesai.
Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengatakan, total uang yang terkumpul dari hasil donasi pengunjung mencapai Rp100 juta. Jumlah tersebut diambil dari periode libur Natal pada 25 Desember 2025.
Selain uang, pengunjung juga bisa memberikan pakan seperti daging ayam, sapi, buah-buahan, atau sayuran.
"Itu totalnya mungkin Rp100 juta, ada kali ya. Kalau yang uang, kalau yang makan satwa mencapai 1 ton," kata Sulhan kepada JPNN di Kebun Binatang Bandung, Kamis, (1/1/2026).
Di sisi lain, Sulhan merespons rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang ingin menjadikan kebun binatang sebaga Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Pihak pengelola menegaskan, konsep ruang publik yang diusulkan Pemkot tetap harus sejalan dengan fungsi kebun binatang sebagai lembaga konservasi satwa.
Sulhan menuturkan, pihaknya mengikuti arahan dan kebijakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait rencana menjadikan kawasan kebun binatang sebagai ruang publik.
Namun, menurut dia, konsep tersebut tidak bisa disamakan dengan ruang terbuka hijau yang kosong tanpa aktivitas konservasi.



















































