jpnn.com, JAKARTA - Belakangan heboh video yang memperlihatkan Seskab Teddy Indra Wijaya menyentil Menteri Investasi Rosan Roeslani dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (20/2).
Sebab, Teddy seperti dalam video itu mempertanyakan kehadirannya ke lokasi konferensi pers ketika tak diberi kesempatan berbicara.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai peristiwa tersebut menandakan orkestrasi komunikasi pemerintah memang dipimpin Teddy.
"Saya kira itu bagus, tetapi sayangnya kelihatan di muka publik," ujarnya melalui layanan pesan, Selasa (24/2).
Namun, kata Arifki, peran sentral Teddy dalam komunikasi pemerintah tak otomatis membuat alumnus Akmil 2011 itu bisa menjadi Cawapres 2029.
Sebab, kata dia, Teddy harus berkeringat secara politik untuk masuk bursa cawapres, terlebih eks ajudan Prasiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu bukan kader partai.
"Ya, untuk bisa masuk bursa cawapres, Letkol Teddy tentu juga harus berkeringat dalam memainkan perannya, apalagi Teddy bukan kader partai," ujar Arifki.
Namun, kata dia, Teddy bisa memanfaatkan peran dalam komunikasi pemerintah untuk dilirik partai biar menjadi Cawapres 2029.




















































