jateng.jpnn.com, BATANG - Di tengah ancaman rob yang kian meluas, Pemerintah Kabupaten Batang mulai mengubah pendekatan. Lahan yang dulu dianggap 'mati' kini justru disiapkan menjadi sumber produksi pangan baru.
Melalui inovasi pertanian, Pemkab Batang mendorong penanaman padi jenis biosalin, varietas yang mampu bertahan di tanah dengan kadar garam tinggi akibat intrusi air laut.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Batang Sutadi Ronodipuro menyebut strategi ini bukan semata mengejar hasil panen, tetapi membuka kembali lahan yang sebelumnya tak produktif.
“Yang penting sekarang adalah menambah luas tanam. Lahan yang dulu tidak bisa digunakan, kini bisa dimanfaatkan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Tahun ini, Batang menargetkan optimalisasi lahan terdampak rob hingga 33.349 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 hektare diproyeksikan dapat ditanami padi biosalin.
Program ini sebelumnya telah diuji di wilayah pesisir seperti Desa Kasepuhan dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Keberhasilan itu akan diperluas ke Desa Depok dengan dukungan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah.
Menariknya, hasil panen awal dari padi biosalin tidak langsung dijual atau dikonsumsi.

















































